Bubuk kakao terdiri dari bubuk kakao alami dan bubuk kakao yang dialkali. Ada perbedaan tertentu di antara keduanya (biasanya bubuk kakao alami mengacu pada bubuk kakao biasa). Perbedaan antara bubuk kakao alkali dan bubuk kakao biasa adalah sebagai berikut:
Bubuk Kakao Alkali VS Bubuk Kakao Biasa
1. 1. Proses pengolahannya berbeda
Bubuk kakao alami adalah bubuk kakao berwarna coklat muda yang diproduksi tanpa menambahkan zat aditif dalam proses pengolahan biji kakao menjadi bubuk kakao; bubuk kakao beralkali dibuat dengan menambahkan alkali yang dapat dimakan selama proses pengolahan biji kakao.
2. Warna yang berbeda
Bubuk kakao alami berwarna lebih terang dan tidak terlalu beraroma dibandingkan dengan bubuk kakao yang dialkali.
3. Lingkup penggunaan yang berbeda
Bubuk kakao alami tidak digunakan dalam produksi produk cair karena kelarutannya tidak tinggi (sekitar 20-30%); bubuk kakao yang telah dialkali dapat digunakan dalam produksi makanan apa pun, dan juga dapat langsung dikonsumsi.
Karena harga bubuk kakao beralkali lebih tinggi dibandingkan dengan bubuk kakao alami, produsen makanan pada umumnya menggunakan bubuk kakao alami jika mereka memproduksi produk padat; dan menggunakan bubuk kakao beralkali saat memproduksi produk cair seperti susu cair dan minuman.
4. Nilai PH berbeda
Perbedaan pH merupakan perbedaan penting antara bubuk kakao alami dan bubuk kakao yang dialkali. Nilai pH bubuk kakao alami umumnya antara 5,0 dan 5,8; nilai pH bubuk kakao yang dialkali umumnya antara 6,2 dan 7,5.
Bubuk kakao diperoleh dari biji kakao yang berasal dari buah kakao, yang diperoleh melalui proses fermentasi, penghancuran kasar, pengupasan, penggilingan, dan pengepresan. Bubuk yang dihasilkan setelah proses penghilangan lemak dan penghancuran dari bungkil kakao adalah bubuk kakao.
